Tel: (021)75875943 ext. 1123 Email: sekr-ptrim@bppt.go.id

Desain Wahana Angkut Anjungan Lepas Pantai Pasca Operasi (ALPO )

Gambar1. General Arrangement Catamaran

Banyak anjungan lepas pantai terpasang  di laut lepas (offshore) Indonesia. Anjungan lepas pantai ini terdistribusi  sekitar  65 % di perairan P. Jawa, 25 % di daerah Kalimantan Timur dan sisanya berada di Selat Malaka, Natuna dan Jawa timur. Bentuk strukturnya berkisar 40% berkaki empat, 34% berkaki tiga dan sisanya adalah monopod. Dari jumlah sekitar 600 anjungan lepas pantai ada sekitar 38% mempunyai umur lebih dari 30 tahun, padahal umur dari dari konstruksi anjungan lepas pantai umumnya berkisar antara 20 s/d 40 tahun.

Dengan bertambahnya anjungan lepas pantai yang sudah semakin menurun produksinya maka diperlukan pemikiran tentang apa yang dilakukan terhadap fasilitas anjungan – anjungan tersebut pada saat mencapai pasca operasinya dimana sudah tidak menguntungkan lagi dari segi ekonomisnya. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah melakukan pembongkaran dan relokasi dari anjungan lepas pantai tersebut.

Pekerjaan Desain Wahana Angkut  ALPO ini    secara khusus  dilakukan pada jenis Catamaran dan Tongkang (Barge)  dengan pertimbangan bahwa  tipe kapal Catamaran memiliki stabilitas yang lebih baik daripada kapal berbadan tunggal (monohull). Yang mana pada proses pembongkaran anjungan lepas pantai ini  membutuhkan kapal yang relatif stabil pada saat proses lifting anjungan lepas pantai. Saat melakukan pembongkaran (decommisioning) metode yang digunakan adalah dengan melakukan pengangkatan (lifting) anjungan lepas pantai dari bawah permukaan laut menggunakan sistem crane hingga berada di atas deck kapal. Tipe tongkang (barge) dipilih sebagai kapal pembanding kinerja terhadap tipe Catamaran. Jenis tongkang secara stabilitas mungkin  lebih baik dari jenis catamaran, tetapi karena operasi dari wahana angkut ALPO ini ke berbagai lokasi anjungan lepas pantai di perairan Indonesai maka perlu juga dipertimbangkan akan keperluan akan daya mesin penggerak dan olah gerak yang relatif baik dan aman yang sepertinya dapat dipenuhi oleh jenis Catamaran.

 

Selaras dengan adanya wahana teknologi decommissioning anjungan lepas pantai yang dimiliki sendiri,  penghemaan devisa negara dapat dilakukan, dengan tanpa mengeluarkan biaya sewa fasilitas dari luar negeri yang relatif mahal setiap akan melakukan decommissioning ALPO tersebut.

 

Gambar 2. Tipe Catamaran

 

Gambar 3. Tipe Barge

Statistik Pengunjung

0.png6.png2.png1.png8.png2.png
Today14
Yesterday101
This week489
This month869
Total62182

 

 

 

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 2 lantai 3 Kawasan PUSPIPTEK

Setu Tangerang Selatan 15314

Telp : (021)75875943 ext. 1123

Fax  : (021)75791280)

Email : sekr-ptrim@bppt.go.id