Tel: (021)75875943 ext. 1123 Email: sekr-ptrim@bppt.go.id

SEKILAS TENTANG BPPT-LOCK

 

 

BPPT-lock merupakan satu bentuk unit lapis lindung beton untuk perlindungan pantai yang merupakan invensi BPDP-BPPT tahun 2010 dan telah menerima paten dari KemenKumHam RI bulan Agustus 2012 dengan nomor paten : ID P0031532.

Pengujian teknis BPPT-lock di laboratorium telah dilaksanakan dan telah terbukti memiliki keunggulan teknis, khususnya dalam hal kekuatan Stabilitas hidraulik, dimana BPPT-lock lebih unggul dibanding tetrapod dan dolos (dua jenis unit lapis lindung yang banyak digunakan di Indonesia), juga dibanding Xbloc (unit lapis lindung sejenis yang merupakan pendahulunya.

Perjalanan BPPT-lock sampai ke tahap aplikasi sangat berat, karena calon pengguna (pemerintah dan swasta) berkeberatan untuk menggunakan di lapangan untuk yang pertama kalinya, dan lebih memilih unit lapis lindung lama yang sudah pernah digunakan.

Selanjutnya BPPT berdiskusi cukup intensif dengan fihak PT. Rekadaya Elektrika (PT. RE) sebagai kontraktor yang memperbaiki breakwater di Pelabuhan PLTU Pacitan. Diambil kesepakatan bahwa PT. RE diberi kesempatan memperoleh royalty gratis, tapi diberi beban untuk membayar biaya pemeliharaan royalty 2 tahun (2018/2019).

Posisi saat ini sedang menyelesaikan pekerjaan perbaikan breakwater di PLTU Pacitan sebagaimana pada gambar-gambar di bawah ini.

 

 

Keunggulan BPPT-lock dapat diuraikan berikut ini:

Sebagai unit lapis lindung baru, BPPT-lock telah didesain dengan merujuk pada bentuk-bentuk kontemporer dan memenuhi klasifikasi: unit lapis lindung lapis tunggal-pola pemasangan acak, dan berukuran menengah (bulky) sebagai berikut :

a.   Lapis tunggal, tipe ini memiliki beberapa kelebihan antara lain:  konsumsi bahan beton (concrete) rendah, proses produksi mudah dan murah, penanganan mudah.

b.   Pola pemasangan teratur dan acak, proses pemasangan mudah dilaksanakan.

c.   Berukuran menengah (gemuk/bulky), pada tipe ini dimungkinkan melakukan optimalisasi antara stabilitas hidraulik dan kekuatan strukturnya.

Desain BPPT-lock telah memenuhi kriteria pengembangan unit lapis lindung beton:

a.    Kriteria Teknis, yaitu : Stabilitas hidraulik yang unggul dan kekuatan struktur. Stabilitas Hidraulik adalah kestabilan unit lapis lindung beton ketika mendapat serangan gelombang. Bentuk unit lapis lindung ramping, panjang, dan banyak cabang biasanya memiliki nilai stabilitas hidraulik yang baik. Kekuatan Struktur unit lapis lindung beton menjadi parameter yang mendapat perhatian utama sebagaimana stabilitas hidrauliknya. Semakin gemuk dan tidak banyak cabang maka semakin besar kekuatan strukturnya. Optimalisasi dari kedua parameter di atas telah dilaksanakan pada desain BPPT-lock.

b.    Kriteria Ekonomi, yaitu : Kebutuhan bahan beton (concrete) yang rendah, proses produksi yang sederhana dan murah, penanganan/mobilitas yang mudah, proses pemasangan di lapangan yang mudah, serta kerapatan pengepakan yang tinggi merupakan kriteria ekonomi yang telah menjadi perhatian serius pada desain BPPT-lock.

 

Adapun Potensi Pasar BPPT-lock di Indonesia dan kendalanya dapat dilihat berikut ini:

1.     PELABUHAN DAN PANTAI MEMBUTUHKAN UNIT LAPIS LINDUNG PANTAI

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki garis pantai yang sangat panjang (sekitar 81.000 Km), sehingga masalah lingkungan di pantai merupakan satu hal yang harus mendapat perhatian. Salah satu permasalahan lingkungan yang ada di pantai Indonesia adalah banyaknya wilayah pesisir/pantai yang terkikis oleh gelombang laut, sehingga apabila dibiarkan maka lambat laun luasan wilayah darat/pantai semakin berkurang.

Indonesia juga banyak membutuhkan pelabuhan, baik pelabuhan umum (penumpang dan barang) maupun pelabuhan perikanan. Ketenangan kolam labuh di pelabuhan merupakan persyaratan utama untuk beroperasinya pelabuhan secara aman, nyaman, dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Untuk mengantisipasi hal-hal tersebut maka telah dilaksanakan penelitian yang serius tentang unit lapis lindung beton untuk membangun struktur pelindung pantai.

2.     POTENSI PASAR

Unit Lapis Lindung Beton BPPT-lock dapat diterapkan pada pembuatan bangunan-bangunan pelindung pantai, yaitu: breakwater,  groin, jetty, dan revetmen yang banyak dibutuhkan di Indonesia karena merupakan negara kepulauan yang memiliki pantai yang sangat panjang.

Pembangunan dan pengembangan pelabuhan umum (penumpang/barang) maupun pelabuhan perikanan, di Indonesia dari tahun ke tahun selalu dilaksanakan, pembangunan bangunan-bangunan pelindung pantai juga tidak pernah berhenti, sehingga BPPT-lock mempunyai potensi pasar yang sangat besar karena merupakan unit lapis lindung beton yang memiliki performa yang unggul secara teknis dan ekonomis yang dikembangkan di Indonesia.

3.     KENDALA PENERAPAN

Beberapa kendala yang dihadapi dalam usaha penerapan BPPT-lock di lapangan:

a.  Aplikasi unit lapis lindung pada umumnya menggunakan dana yang besar: misalnya, pembangunan  Breakwater, groin, revetment dan sebagainya.

b.    Terkadang suatu desain perlindungan pantai dengan menggunakan batu alam yang dimensinya (beratnya) tidak sesuai kaidah teknis, dengan kata lain batu alam yang akan digunakan lebih kecil dengan yang semestinya (jika perhitungan teknis dilakukan dengan benar). Dalam kondisi seperti ini, tidak berani menawarkan alternatif menggunakan BPPT-lock karena pasti akan lebih mahal (jika perhitungan teknis secara benar).

c. BPDP-BPPT belum memiliki mitra kontraktor yang permanen, padahal dalam pekerjaan fisik yang bisa mengikuti tender pekerjaan secara formal adalah perusahaan kontraktor.

Statistik Pengunjung

0.png6.png2.png1.png9.png2.png
Today24
Yesterday101
This week499
This month879
Total62192

 

 

 

Hubungi Kami

Gedung Teknologi 2 lantai 3 Kawasan PUSPIPTEK

Setu Tangerang Selatan 15314

Telp : (021)75875943 ext. 1123

Fax  : (021)75791280)

Email : sekr-ptrim@bppt.go.id