PTRIM – BPPT Menjawab Kebutuhan Decommissioning Oil and Gas Platforms Dengan Inovasi Wahana Angkut ALPO

 

 

 Sambutan dari Kepala BPPT (Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc.)

 

(01/12) Pada Selasa, 01 Desember 2020 dilakukan Webiner Series Ketiga yang diselenggarakan oleh PTRIM - BPPT secara online dengan mengusung Tema: "Inovasi Desain Teknologi Wahana Angkut ALPO (Anjungan Lepas Pantai Pasca Operasi) Guna Mendukung Kemajuan Teknologi Lepas Pantai Indonesia".

 

Keynote Speaker oleh Prahoro Yulijanto Nurtjahyo,Ph.D. (Praktisi Offshore Structure Saat ini sebagai Ka. BPSDM-Kementerian ESDM) Dukungan Pemerintah dalam Kegiatan Decommissioning Anjungan Lepas Pantai Pantai Pasca Operasi (ALPO).

 

Moderator oleh Direktur PTRIM Dr. Taufiq Arif Setyanto,S.T., M.Eng

 

Pembicara 1 oleh  I Gede Dian Aryana,S.T., M.T. (Spesialis Pratama Bidang Operasi SKK Migas)

 

Pembicara 2 oleh  Didik Purwanto,M.Sc. (President Director, PT. Elnusa Trans Samudera)

 

Pembicara 3 oleh  Ir. Bambang Gunawan (Offshore Installation Manager, PT. Duta Marine)

 

Pembicara 4 oleh Dr. Ir. Wasis Dwi Aryawan,M.Sc. (Kepala Departemen Teknik Perkapalan ITS)

 

Pembicara 5 oleh  Ir. Abdul Ghofur,M.Sc. (Perekayasa – BPPT )

 

PTRIM mengadakan Webinar dengan tema Inovasi Teknologi Wahana Angkut ALPO.  Webinar ini merupakan salah satu sarana untuk memperkenalkan program-program yang ada di BPPT serta dalam rangka menjalin kerjasama dengan para mitra yang potensial baik dari Intitusi Kementerian, Perguruan Tinggi, Industri maupun Pemakai, kata Kepala BPPT Dr. Ir. Hammam Riza, M.Sc. 

 

Dikatakan Hammam, Indonesia merupakan salah satu negara penghasil minyak dan gas bumi yang tersebar di perairannya. Di sisi lain, Indonesia juga mempunyai Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I s.d. III yang relatif padat lalu lintasnya serta perairan lainnya yang juga dipadati dengan banyak platform-platform offshore yang sudah tidak dipakai atau sudah berusia di atas ketentuan layak operasinya.

 

 

 

Indonesia’s Offshore Working Area (Sumber: SKK, 2019)

 

Di perairan laut Indonesia terdapat 634 offshore oil and gas platforms dengan catatan 513 unit dalam status operasional, 101 unit tidak beroperasi dan 13 unit sudah siap untuk ditinggalkan. Dengan banyaknya offshore oil and gas platforms yang sudah melampaui masa tugasnya (umur) dan sudah tidak produktif lagi, maka diwajibkan untuk dilakukan decommissioning. Ada beberapa konvensi Internasional dan kebijakan pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan decommisioning ini antara lain:

 

Konvensi Internasional

 

Kebijakan Pemerintah Indonesia

 

Dalam upaya mendukung kebijakan Pemerintah tersebut BPPT sebagai lembaga kaji terap yang mempuyai 7 peran di dalamnya terus melakukan upaya-upaya yang memberikan solusi bagi dunia Industri. Inovasi Desain Teknologi Wahana Angkut ALPO dengan konsep 3 in 1 (tug boat, crane barge, dan pontoon) adalah salah satu dari program flagship unit kerja Pusat Teknologi Rekayasa Industri Maritim (PTRIM) yang dapat menjawab kebutuhan decommissioning offshore oil and gas platforms. 

 

Text Box: MASIH RENDAH

Ekosistem Inovasi

Tentu saja dalam pelaksanaan inovasinya, BPPT sangat memerlukan keterlibatan pihak-pihak atau institusi di luar BPPT sesuai dengan bidangnya agar ekosistim inovasi juga berkembang. Lembaga pendidikan seperti ITS telah dan sedang melakukan kajian teknoekonomi bagi pengembangan wahana angkut ALPO tersebut, lembaga sertifikasi seperti Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) diperlukan dalam rangka proses approval design wahananya. Industri galangan juga nantinya sangat diperlukan dalam rangka pembangunan wahana tersebut. Dalam proses menuju hilirisasi produk ini nantinya, kerjasama antar semua stake holder sangat diperlukan dengan berbagai cara komunikasi yang harus dipelihara.

 Konsorsium Pengembangan Wahana Angkut ALPO

 

Hammam berharap, pertemuan ini merupakan sebagai titik awal proses sinergi antar semua stake holder untuk mensukseskan salah satu Program Riset Nasional (PRN).